MEMBACA MEMOTIVASI DALAM BERKARYA
Oleh
Mohamad Dais
A.
PENTINGNYA MEMBACA
Membaca adalah jendela
dunia. Jadi, kebiasaan membaca di usia dini akan berlanjut terus sampai dia
dewasa nanti, dan hal tersebut sangat baik untuk menjadikannya seorang yang
berwawasan luas, Kebiasaan seseorang akan membentuk kepribadiannya dimasa depan
pribadi yang sudah gemar membaca maka akan lahir budaya bahwa membaca menjadi
kebutuhan hidupnya maka berangkat dari hal itu semua individu akan termotivasi
akan pentingnya kegiatan membaca.
Membaca di era sekarang ini
tidak lagi terfokus pada membaca pada buku namun sudah sangat banyak media yang
menyediakan sumber-sumber bahan bacaan sehingga tidak ada lagi alasan untuk
orang berkilah sulitnya mendapatkan bahan bacaan sebagai sumber baca. Keadaan
saat ini dikalangan pelajar tingkat dasar kecenderungan rendah akan motivasi
membacanya disebabkan banyak hal yang mempengaruhinya,hal tersebut merupakan
tantangan bagi para orang tua bagaiman upaya yang dilakukan orang para orang
dewasa untuk bisa membangkitkan ghirah dan motivasi anak sebagai generasi giat membaca.
1. Membaca
Membaca merupakan proses
tranformasi informasi dari sumber bacaan kepada pembacanya sedangkan menurut para ahli Bahasa :Membaca adalah suatu
kegiatan atau cara dalam mengupayakan pembinaan daya nalar (Tampubolon,
1987:6). Dengan membaca, seseorang secara tidak langsung sudah mengumpulkan
kata demi kata dalam mengaitkan maksud dan arah bacaannya yang pada akhirnya
pembaca dapat menyimpulkan suatu hal dengan nalar yang dimilikinya.
Harjasujana (1996:4) mengemukakan bahwa membaca merupakan
proses. Membaca bukanlah proses yang tunggal melainkan sintesis dari berbagai
proses yang kemudian berakumulasi pada suatu perbuatan tunggal. Membaca
diartikan sebagai pengucapan kata-kata, mengidentifikasi kata dan mencari arti
dari sebuah teks.
Membaca diawali dari struktur luar bahasa yang terlihat
oleh kemampuan visual untuk mendapatkan makna yang terdapat dalam struktur
dalam bahasa. Dengan kata lain, membaca berarti menggunakan struktur dalam
untuk menginterpretasikan struktur luar yang terdiri dari kata-kata dalam
sebuah teks.
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan
bahwa membaca merupakan sebuah proses yang melibatkan kemampuan visual dan
kemampuan kognisi. Kedua kemampuan ini diperlukan untuk memberikan
lambang-lambang huruf agar dapat dipahami dan menjadi bermakna bagi pembaca.
Pembaca akan mengingat dan menanpung informasi yang di dapat dari suber
bacaan tersebut ,maka untuk orang –
orang tertentu akan termotivasi untuk mengaplikasikan dalam kegiatan profesinya
,tentunya jika informasi yang di dapatkan dari sumber bacaan tersebut berkaitan
dengan profesinya itu.
Kemampuan manusia dalam merealisaikan pemiki rannya sebagian
diperlukan adanya daya rangsang dan daya rangsang tersebut bisa bermacam –
macam bentuknya serta media yang
mempasilitasinya, Ada pembaca yang sangat termotivasi untuk merealisaikan
sebuah teori yang di paparkan oleh seorang penulis yang mengutip dari karya
ilmiah yang telah dipublikasikan, ada juga pembaca yang ingin mencoba
membuktikan sebuah pengalaman yang di bagikan oleh seorang penulis melalui
berbagai media sebagai sumber bacaan yang telah di bacanya .
Pengalaman membaca akan sangat mempenagruhi pikiran pembaca
yang pada akhirnya buah dari pikiran tersebut akan memotivasi orang untuk
berkarya , kecenderungan hasil karya manusia juga akan ditentukan oleh
referensi informasi yang didapatkan dari sumber bacaan yang didapatnya, sama
halnya ketika seorang anak baru belajar menulis maka si anak akan meniru bentuk tulisan yang dicontohkan oleh gurunya
di papan tulis,jika tulisan guru yang menuls di papan tulis itu rapih dan bagus
maka dengan sendirinya tulisan siswanyapun akan mencerminkan tulisan gurunya.
Akan tetapi beda halnya dengan orang dewasa yang telah dipengaruhi
oleh berbagai pemikiran melalui pengalaman membacanya , karena hasil pemikiran
dan pendapat yang disampaikan oleh penulis tentunya berbeda maka karya yang
dihasilkan oleh pembaca akan lebih inovatif karena merupakan perpaduan dari
berbagai sumber pengetahuan, sebagaimana yang telah ditunjukan oleh para ilmuan
kontemporer terdahulu, juga bagaimana para ulama imam mazhab fikih yang
pendapatnya berbeda dengan pendapat gurunya.
.
2. MOTIVASI
Secara
etimologi kata motivasi berasal dari Bahasa Inggris “ motivation” yang artinya
daya latin atau dorongan , sehingga motivasi dapat diartikan segala sesuatu
yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu untuk tujuan tertentu,atau
juga dapat didefinisikan semua hal yang menimbulkan dorongan atau semangat di
dalam diri seseorang untuk mengerjakan sesuatu. Motivasi bisa datang dari dalam
diri sendiri ataupun dari orang lain.
Weiner ( dikutip Elliot et all )
motivasi adalah kondisi internalyang membangkitkan seseotang untuk bertindak,
mendorog individu mencapai tujuan tertentu,dan membuat individu tetap tertarik
dalam pengetian tertentu.
Henry Simamora ,motivasi adalah sebuah
fungsi dari pengharapan individu bahwa upaya tertentu akan menghasilkan tingkat
kinerja yang pada gilirannya akan membuahkan imbalan atau hasil yang
dikehendaki
Anwar
Prabu Mangkunegara ,motivasi adalah suatu kondisi yang berpengaruh
membangkitkan , mengarahkan dan memilihara perilaku yang berhubungan dengan
lingkungan kerja.Dari definisi tersebut bahwa motivasi adalah sebuah daya
dorong yang mempengaruhi individu untuk melakukan sesuatu dengan tujuan yang
terarah sesuai keinginan dan harapan .Individu .
Berdarkan
pengaruh yang mendorong indivivi melakukan sesuatu maka motivasi terbagi atas
dua jenis :
1. Motivasi
Intrinsik yaitu keinginan individu untuk melakukan sesuatu karena adanya
dorongan yang berasal dari dirinya sendiri tanpa adanya pengaruh dari orang
lain.
2. Motivasi
ektrinsik adalah keinginan individu untuk melakukan sesuatu atas dorongan dari
luar dirinya sendiri dalam mencapai sebuah tujuan yang menguntungkan .
Dengan
adanya pengaruh yang bisa datang dari dalam diri sendiri maupun dari luar
dirinya tersebut maka jika motivasi sesorang untuk melakukan sesuatu dalam
rangka mencapai tujuan atas hasil karya dalam profesinya di ilhami oleh adanya
informasi yang di dapat dari hasil membaca tulisan orang lain jelas itu
terkelompok dalam motivasi ekstrinsik.
Sebuah
karya di dapat karena didahului oleh pengaruh adanya inspirasi karya pemikiran orang lain bisa
jadi hasil karya tersebut akan lebih unik atau lebih berbobot secara kualitas
karena bisa dipastikan tidak serta merta juga ,apa yang di sampaikan orang lain
dalam memberikan pengaruh dominan terhadap sebuah karya yang dihasilkan, Baik
berupa karya tulis ,karya sastra, karya seni ataupun yang lainnya.
Dalam
sebuah karya tulis misalnya jelas sangat membutuhkan adanya peranan karya tulis orang lain karena seorang penulis sangat mustahil bisa
mengeluarkan ide-ide pemikirannya dalam sebuah tulisan tanpa didahului
referensi , baik itu berupa teori –
teori atau gagasan . Oleh karenanya minat baca seseorang dengan sendirinya akan
hadir jika memiliki motivasi tertentu untuk kepentingan dan keuntungan dirinya,
kelompoknya atau untuk kepentingan umat secara umum.
Jika
saat ini di dapati beberapa kalangan mengalami degradasi minat baca, tentunya
banyak faktor penyebabbnya dan jika diadakan reaseart terhadap rendahnya minat
membaca siswa di sebuah sekolah maka kemungkinan akan didapatkan salah satu
instrumen kesimpulannya bahwa minat baca siswa rendah karena rendahnya motivasi untuk membaca dan ternyata problem
itu juga yang terjadi pada sebagian orang dewasa.
3. BERKARYA
Adalah
sebuah homonym karena artinya memiliki ejaan dan pelapalan yang sama tetapi
maknanya berbeda . Karya memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda
sehingga karya dapat menyatakan nama dari seseorang,tempat atau semua benda dan
segala yang dibendakan. Adapun berkarya menurut Ari Kurniawan, adalah mengerjakan
suatu pekerjaan sampai menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang.
Karya terebut dapat berupa benda ,jasa atau hal lainnya.
Seseorang
yang memiliki kemampuan daya nalar akan mudah merespon gejala yang didapatinya
dari gejala atau kejadian yang dilihatnya atau didengarnya secara langsung atau
melalui informasi yang diteruskan oleh orang lain dari berbagai media yang
digunakannya, dan dari daya nalar yang dimiliki oleh setiap individu maka
motivasinya akan membangkitkan dirinya untuk melakukan suatu pekerjaan yang
bertujuan mendapatkan hasil yang bermanfaat untuk orang banyak.
Adapun
bentuk – bentuk karya manusia selalu akan tergantung dari motivasi dan profesi
serta kemampua dasar yang ada pada dirinya ,seorang yang berkarakter pemikir
ketika mendapatkan stimulus maka akan dengan mudah mengungkapkannya melalui
tulisan maka akan lahir dari hasil
kerjanya sebuah karya tulis ilmiah, akan lain halnya orang yang suka dengan
keindahan syair ,keindahan alam atau keindahan lain yang didapatkannya dalam
setiap ada ide – ide baru dari suatu
yang dilihat atau didengarnya maka akan sepontan motivasinya untuk membuat
sebuah karya dan bisa dipastikan hasil karyanya berupa karya seni .
Seorang bisa berkarya karena dimotivasi dari pengalaman baru, baik
langsung ataupun tidak langsung tentunya hasil karyanya pun akan diwarnai oleh
dari mana sumber pengalaman atau informasi tersebut didapatkan dan bagaimana
cara mengemas imajinasi atau data tersebut dalam sebuah karya ,dengan demikian
hasil karya itu akan terasa menarik untuk dibaca jika itu sebuah karya tulis
dan pembacanya akan larut dalam suasana yang digambarkan oleh oleh penulis jika
karyanya berupa karya sastra, juga penikmat hasil karya itu akan berdecak kagum jika itu berupa karya
seni.
B.
PENTINGNYA
BERKARYA
Untuk
kelangsungan hidupnya mahluk hidup harus mampu menyesuaikan diri dengan
lingkungan hidupnya ,penyesuaian diri mahluk hidup berdasarkan kemampuan
individu masing-masing dalam komunitasnya, manusia dengan segala kelebihan dari mahluk lainnya
yang diciptakan Allah ternyata lebih mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan
dan keadaan alam yang berubah- ubah, karena manusia dikarunia Allah berupa akal
, adanya akal itulah manusia mampu mempertahankan diri dari segala macam yang ancaman dari gejala
alam itu sendiri atau dari mahluk hidup lainnya
sehingga jika jenis hewan banyak sekali yang mengalami kepunahan dari
jutaan spesies yang hanya tinggal sejarah sedangkan manusia belum pernah ada
sejarah yang mengungkap kepunahan manusia yang sebabkan oleh ketikmampuannya
untuk mempertahankan hidup dari gangguan alam.
Dengan
akalnya manusia mampu mengerjakan sesuatu yang dimotivasi oleh tujuan
masing-masing untuk kepentingan diriya , kelompoknya atau bahkan
kepentingan manusia secara umum, manusia
mampu mendirikan tempat tinggal dari mulai paling sederhana dijaman manusia
primitif sampai dengan tempat tinggal dengan bangunan super mewah di abad
modern , semua itu karena manusia mampu
belajar dari pengalaman hidupnya dan mampu bertukar informasi satu dengan
lainnya maka dari tahapan-tahapan
tersebut itu manusia mampu berkarya , karya manusia tidak terkonsentrasi pada
kepentingannya semata tapi mereka telah berpikir jauh untuk orang lain bahkan
untuk generasi penerusnya.
Setelah
ajaran Islam
masuk ke bumi Indonesia hususnya dan diterima oleh penduduk Indonesia
saat itu maka kecerdasan emosional
manusia Indonesia makin tinggi kesadaran
membangun hubungan sosial satu dengan yang lainnya makin erat karena mereka
telah diikat oleh dasar aqidah yang sama satu sama lain menjadi bersaudara
yaitu saudara seaqidah dan atas dasar itu kemampuan mereka dalam berkarya pada
masing – masing bidang profesinya sudah lebih mengarah pada tujuan kemanfaatan
bersama karena dalam ajaran islam telah di sampaikan sebagaimana Firman Allah
dalam Al Quran :
وَٱبۡتَغِ
فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ
ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ
فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ
Artinya :
Dan carilah pada apa yang telah
dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu
melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada
orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan. ( QS. Al Qasas :77 )
Dari bekal perintah Allah tersebut manusia
muslim berlomba untuk mendapatkan harapan kebahagiaan di akhirat kelak dengan melakukan amal sholeh dan
meninggalkan larangan – larangan dalam islam yang diketahuinya juga mereka
paham betul bahwa hidupnya didunia tidak bisa diabaikan ,maka manusia pun
saling berlomba untuk mendapatkan karunia Allah dengan berbuat baik antar
sesama manusia juga kepada alam dan
mahluk Allah lainnya, maka berkembanglah motivasi pada diri individu manusia
muslim Indonesia agar dirinya bermanfaat untuk generasinya saat itu atau bahkan
untuk generasi masa depan .
Berbekal
motivasi yang tinggi dan mulia itu masing- masing para cerdik pandai ,para
ulama dan ilmuan berlomba untuk melakukan suatu terbaik pada ilmu yang
dikuasainya ,para cerdik pandai dan ilmuan
mampu menemukan teori terbaru untuk berdasarkan disiplin ilmu nya para
ulama telah mampu menulis ratusan judul kitab yang semuanya trmotivasi ingin
memberikan manfaat terbaik untuk generasi penerusnya. Oleh karenanya pentingnya
berkarya untuk semua individu berdasarkan disiplin ilmu yang kuasainya menjadi
sangat penting.sebagimana ungkapan dalam syair :
“ idza faatanii yaumun walam usthani’ yadaa, walam aktasib
ilman famaa dzaka min ‘umrii”
Tatkala waktuku habis tanpa karya dan
pengetahuanku ,lantas apa makna umurku ini ?’.
Komentar
Posting Komentar