Revolusi Industri 4.0 dan Sejarah Peradabannya
Oleh : Engkay Sukaesih
Belakangan ini sering sekali
fenomena membahas tentang Revolusi Industri 4,0 sedangkan revolusi Industri
kesatu, kedua, ketiga tidak terdengar seolah-olah melompat, langsung ke
Revolusi Industri 4.0. Secara sederhana Revolusi industri adalah perubahan
besar secara radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Perubahan
revolusi sudah mengalami tiga kali perubahan, saat ini kita sedang menduduki
masa Revolusi Industri yang ke empat atau sering di sebut Revolusi Industri
4.0. Disetiap perubahan revolusi selalu diikuti dengan perubahan pula dibidang
politik, ekonomi, budaya bahkan bidang militer. Ada beberapa imbas dari
revolusi industri dari pekerjaan yang lama menghilang secara otomatis pekerjaan
yang baru menjadi muncul, intinya adalah pekerjaan yang semula mahal, sulit dan
lama dikerjakan menjadi murah, mudah, dan cepat dikerjakan, dari segi ekonomi
membicarakan tentang upaya manusia menghadapi kelangkaan, di era Revolusi
Industri ini dari segi ekonomi bisa menurunkan bahkan menghilangkan beberapa
kelangkaan tersebut. Dari aspek hilangnya atau berkurangnya sebuah kelangkaan
secara otomatis bisa merubah banyak aspek dalam kehidupan masyarakat, bisa jadi
yang semula dari Kelangkaan berubah menjadi menghilang sama sekali. Berikut
uraiannya peradaban Revolusi Industri.
A.
Revolusi
Indusrti 1.0
Di
era Revolusi industri 1.0 titik tekannya pada proses dengan diawali ditemukanya
mesin uap, yang kemudaian digunakannya Mesin Uap dalam tiap pruduksi barang,
kala itu mesin uap sangat penting sekali karena sebelumnya menggunakan tenaga
otot, tenaga air, dan tenaga angin. Masalahnya jika mengandalkan tenaga otot
sangat terbatas, misalnya tenaga kuda, sapi, manusia, dan tenaga-tenaga lainnya
yang tidak mungkin bisa mengangkat benda atau barang yang berat. Selain
menggunakan tenaga otot pada zaman ini mnggunakan tenaga air berupa kincir air atau
kincir angin, namun kendalanya adalah tidak bisa dipindah-pindah harus di
daerah yang ada air terjun dan daerah yang kondisi anginnya banyak, sehingga
tidak bisa dipakai 24 jam, karena kekuatan otot atau fisik manusia sangat
terukur dan perlu istirahat.
Pada
Revolusi Industri 1.0 tenaga lain yang bisa digunakan adalah tenaga air dan
tenaga angin, pada umumnya masyarakat tenaga air atau kinncir air di guanakan
untuk penggilingan padi, kendala dari penggunaan tenaga air yaitu kita tidak
bisa menggunakannya dimana saja, kita menggunakannya harus dekat dengan air
terjun dan daerah yang banyak anginnya. Sedangakan tenaga angin kendalanya
terkadang tidak ada angin sama sekali selama 24 jam selalu stabil sehingga
tenaga angin tidak bisa digunakan untuk memutar kincir, lebih susah lagi jika
justru angin nya justuru berlawanan dengan tujuan, maka muncullah masalah
ketika tenaga angin sangat di butuhkan oleh tenaga transportasi skala
internasional dijalur laut.
Solusi
dari Revolusi 0.2 adalah penemuan mesin uap yang lebih canggih dan efesien
dibandingkan mesin uap temuan dari James Watt pada tahun 1776. Kini tidak ada
lagi batasan waktu dan tempat untuk menggerakan mesin, tidak perlu lagi air
trjun atau tempat berangin, dimana pun bisa menyalakan mesin penggilingan,
kapal layar pun bisa berlayar selama 24 jam selam mesin uapnya selalu di pasok
batu bara atau kayu. Efesiensinya yang semuala berlayar memerlukan waktu selama
satu tahun, cukup dengan dua bulan saja.
Sejarah atau peradaban inilah yang jarang
sekali dibahas di sejarah. Dengan penemuannya mesin uap maka bangsa Eropa
mengirim kapal-kapal perang keseluruh penjuru dunia karena waktunya lebih
singkat dari sebelumnya. Tentara-tentara Eropa yang sebelumnya selalu merasa
kelelahan ketika menyerang kerajaan-kerajaan yang ada di Asia,kini sudah tidak
ada keluhan lagi perihal kelelahan diperjalanan. Negara-negara Eropa
berduyun-duyun negara Asia dan Afrika, di akhir tahun 1800, ditahun inilah
Belanda pun menaklukkan yang ada di Indonesia seperti Aceh, dan Bali. Di revolusi
pertama ini salah satunya termasuk juga mengubah Geopolitik di Afrika pada abad
IX.
Kini
yang semula menggunakan tenaga otot, angin, dan air terjun, ahirnya bisa
menjadi lebih hemat dalam jumlah yang signifikan dibidang produksi,
transportasi, bahkan militer. Barang-barang yang diproduksi jauh lebih mudah,
murah dan menghasilkan lebih banyak lagi.
B. Revolusi Industri 2.0
Revolusi
industri kedua terjadi pada abad ke -20 dimana masyarakatnya sudah mulai
menggunakan mesin, yang semula menggunakan tenaga otot digantikan dengan tenaga
uap, kemudian dari tenaga uap dikembangkan lagi dengan tenaga listrik, meskipun
proses produksinya masih jauh kecanggihannya dibandingkan di jaman modern,
karena proses produksinya masih menggunakan cara perakitan, dalam pembuatan barang-barang besar,
memerlukan termasuk pembuatan mobil sekalipun, ditahun inilah mobil Ford Model T mulai di produksi secara masal, kelemahan
ketika memproduksi mobil tersebut dibuat secara paralel sehingga membutuhkan
banyak tenaga manusia secara bersamaan, dari merakit setir, ban, lampu, pintu,
jendela dan lain-lain sampai menjadi ssebuah mobil yang utuh.
Proses
perakitan yang dilakukan secara paralel memiliki kelemahan besar yaitu
memelukan tenaga kerja yang banyak secara bersamaan yang tentunya harus di
ajarkan terlebih dahulu, sedangkan hasil dari produksi mobil di tahun 1912,
dalam kisaran waktu 12 jam 30 menit hanya bisa menghasilkan satu mobil saja,
dalam satu tahun menghasilkan 68.773 mobil. Sehingga sistem roduksi harus di
revolusi.
Pada
tahun 1913 Revolusi pun digulirkan dengan menciptakan Assenbly Line atau Conveyor
Belt yang artinya ban berjalan. Dengan bantuan Conveyor Belt jauh lebih efisien yang semula mencapai 12 jam 30
menit menjadi 95 menit saja, sehingga mendapatkan hasil yang hasil yang
signfikan bisa menghasilkan 1 juta smapai 2 juta mobil pertahun. Total produksi
mobil Ford Model T dari tahun
1908-1927 mencapai 15 juta mobil.
Revolusi
Industri 2.0 ini berdampak pada kondidsi militer diperang dunia ke 2, arena
ribuan senjata,tank, dan pesawat dibuat karena adanyaproduksi masal dengan
menggunakan Coveyor belt perubahan
masyarakat agraris menjadi masyarakat industri.
C. Revolusi Industri 3.0
Dari
rangkaian revolusi industri dari tenaga otot menjadi tenaga uap, kemudian pada
revolusi kedua berkembangnya mesin, dan listrik, sedangkan pada revolusi
industri yang ke tiga berkembangnya mesin yang bergerak yang berfikir secara
otomatis seperti komputer dan robot.
Dizaman
ini komputer merupakan barang mewah, hasil produksi komputer yang pertama kali
di buat yang bisa langsung di program diberi nama Colossus yaitu sebuah komputer yang besar, seluas layar lebar atau
kamar tidur, tetap masih belum ada RAM, belum bisa menerima perintah dari
manusia melalui keyboard apalagi tuochscreen, tetapi melalui pita kertas,
komputer ini merupakan komputer purba masih membutuhkan listrik yang hingga
8500 watt, namun perbandingannya sangat jauh dibandingkan dengan smart phone yang kita gunakan saat ini.
Awal
pijakan Revolusi Industri 3.0 adalah komputer Colossus setelah perang duania selesai mendapat temuan-temuan baru
diantaranya semi konduktor, kemudian transistor, lalu Integrated chip (IC), sehingga komputerbisa bi buat ukuran kecil,
dari segi listrk menjadi lebih sedikit, sedangkan kemampuannya semakin canggih.
Kini komputer menggantikan banyak tenaga manusia semuanya menjadi otomatis,
tidak memerlukan manusia lagi. Seiring dengan kemajuan mesin-mesin komputer
semakin meningkat, diciptakan dan dengan bentuk yang menyerupai fungsi dan
bentuk yahng hampir sama dengan manusia, komputerlah yang dijadikan otaknya.
Lambat laun fungsi tenaga manual dan tenaga kasar bisa tergantikan oleh robot.
Pada
kenyataannya robot belum sepenuhnya menggantikan tenaga manusia, baru ketika di
tahun 1990an percobaan tenaga manusia digantikan oleh mesin atau robot namun
hasilnya malah menurun. Seorang ahli yang bernama Elon Musk melakukan uji coba
kembali pada tahun 2010an disebuah pabrik produksi mobil, para ahli
menyimpulkan bahwa dalam memproduksi mobil diperlukan perpaduan dan kerjasama
antara manusia, komputer dan robot, rangakian kerja yang baik meliputi
pekerjaan manusia dikombinasi dengan
robot dan komputer, jadi bukan manusia an robot menggantikan pekerjaan
manusia.
Kesimpulannya
pada Revolusi Industri ini negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan
negara-negara Eropa Barat mengubah dari
dari sektor manifactor menjadimenjadi sektor tenaga jasa seperti bank,
studio film, teknologi informatika dan sebagainya. Roda perekonomiannya mereka
ubah dari ekonomi industri menjadi ekonomi informasi. Dari kemjuan Revolusi
Industri 3.0 terjadilah perubahan dari data anaalog menjadi data digital. Contohnya, yang semula merekam
menggunakan kaset berubah mengguakan CD, awalnya menggunakan Video diganti
menjadi DVD player, Video Games dijadikan sesuatu yang biasa
dalam kehidupan sehari-hari jika dijadikan bisnis maka mendapatkan nilai hingga
milyaran bahka trilyunan dolar. Namun sisi negatifnya dari era digitali, era
komputer, bisa menjadikan orang-orang
berbuat jahat melalui penipuan-penipuan melalui komputer atau media masa.
D.
Revolusi
Industri 4.0
Dalam
pameran industri Hannover Messe di
kota Hannover di jerman pada tahun 2011 pertamakalnya konsep Industri 4.0. dari
peritiwa ini mulai muncul ide nama
Revolusi Industri 2.0, Revolusi Industri 3.0 yang sebelumnya dikenal sebagai
Revolusi Teknologi. Dan Revolusi Digital.
Pada
dasarnya kemajuan Revolusi Industri 4.0 masih pada kisaran menggunakan komputer
dan robot sebagai teknologi utamanya, jad kemajuan apa yang ada paada era
Revolusi Industri 4.0 ini? Kemajuan yang paling menonjol yaitu kemajuan
internet. Komputer-yang terjring dengan internet bersama, komputer juga semakin
kecil bentuknya sampai bisa berukuran sekepalan tangan manusia, itulah smart phone.
Instrumen
penting dalam Revolusi Industri 4.0 yang pertama yaitu ponsel pintar (smart phone). Kedua menciptakan 1001
sensor baru dan cara penggunaannya, sensor tersebut berfungsi sebagai dapat
merekam semua informasi selama 24 jam dalam sehari. Kini perusahaan bisa bisa
melacak semua kegiatan setiap pegawainya selama berada didalam dengan Big Data. Ketiga ada kaitan dengan poin
pertama dan kedua yaitu Cloud Computing,
perhitungannya rumit dan memerlukan komputer canggih dan besar tap karena ada
data yang bisa dikirim melalui internet sehngga bisa dilakukan secara paralel.
Keempat inilah yang terbesar Machine
learning yaitu mesin yang memiliki kemampuan untuk belajar, mesin ini dapat
mengontrol dirinya jika ada kesalahan hingga dapat mengkoreksi dengan tepat
memperbaiki dari hasil berikutnya. Mengkombinasikan dari keempat hasil karya
ini yang begitu luar biasa rumit, namun hal apapun bisa dilakukan oleh superkomputer, yang mempunyai kemampuan
di luar kemampuan manusia, namun bagaimanapun manusia merupakan ciptaan sang
khalik yang paling sempurna.
Revolusi
industri 4.0 ini masih berlangsung bahkan masih baru dimulai, masih banyak
tantangannya, belum universal, masih ada beberapa daerah yang masih belum
memiliki koneksi internet, bahkan negara-negara maju sepaerti Amerika Serikat
juga masih belum universal.
Penutup
Sekarang
kita dalam masa bersejarah di Revolusi Industri 4.0 yang sekarang masih
dipersiapkan, dibicarakan, diperdebatkan, dan baru dimulai. Jutaan lapangan
peerjaaan, semua yang diandalkan oleh orang-orang bisa jad akan menghilang. Setiap
Revolusi Industri sebetulnya adalah
proses yang rumit dengan prengaruh yang luar biasa dan sangat luas di
masyarakat.
Komentar
Posting Komentar