UPAYA GURU RAUDHATUL ATHFAL DALAM MENUMBUHKAN MINAT LITERASI PADA ANAK USIA DINI

Oleh : Mindaningsih

 

PENDAHULUAN

Literasi adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik sedari dini. Kemampuan literasi ini berupa kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan ini kelak akan menjadi bekal pada anak untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun rendahnya minat literasi masyarakat menjadi salah satu permasalahan yang sedang terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia sekarang ini.
Pada anak usia dini, pendidikan literasi dapat dimulai dengan kebiasaan membacakan buku cerita atau dongeng pada anak secara rutin. Meski ini merupakan kegiatan sederhana, tetapi membacakan buku pada anak adalah tahap awal mengenalkan mereka pada dunia literasi.
Dimulai dengan menumbuhkan minat setelah itu anak akan mulai terbiasa sehingga anak menjadi lebih familiar dan menjadikan literasi sebagai suatu kebutuhan. Bagi anak usia dini kemampuan literasi dasar harus diajarkan dimulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan pra sekolah sebelum anak memasuki usia sekolah dasar.


 PENYEBAB RENDAHNYA MINAT LITERASI ANAK

Rendahnya minat literasi masyarakat akan berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia kelak. Hal ini disebabkan perkembangan dunia yang semakin maju tentu akan menuntut manusia harus memiliki kualitas diri yang lebih baik lagi. Setiap bangsa harus dapat memberikan ilmu, pemikiran dan penemuan-penemuan yang bermanfaat agar dapat bersaing dengan bangsa lain.
 Oleh sebab itu, manusia dituntut untuk lebih aktif membaca, menulis dan berfikir. Namun rendahnya minat literasi masyarakat menjadi salah satu permasalahan yang sedang terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia sekarang ini. Hal ini bukan hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga terjadi pada anak sekolah hingga anak usia dini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan minat baca masyarakat masih rendah. Pertama yakni kebiasaan membanca belum ditanamkan sejak dini. Orang tua yang seharusnya dijadikan role model di keluarga juga tidak memberikan contoh atau mengajarkan anak untuk membaca. Oleh karena itu, peran orang tua dalam mengajarkan kebiasaan membaca menjadi penting untuk meningkatkan minat literasi anak.
Selain itu, banyak orang tua hingga generasi muda sekarang yang lebih tertarik menggunakan gadget untuk memperoleh informasi, sehingga buku tidak lagi menjadi media untuk mendapatkan informasi yang diharapkan.
Apalagi dengan adanya teknologi informasi (seperti mesin pencari google, yahoo, dll) dewasa ini semakin membuat manusia melupakan keberadaan buku. Kondisi yang serba instan dan gampang inilah yang akhirnya membangun pola pikir generasi muda yang mengandalkan mesin pencari informasi sehingga membuat minat literasi menjadi menurun. Hal ini juga terjadi pada anak usia dini, yang sedari kecil sudah diperkenalkan pada gadget, sehingga anak-anak lebih tertarik untuk bermain gadget dan menonton video-video di internet daripada melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat seperti membaca buku, menulis dan menggambar. Padahal semua kegiatan sederhana ini dapat membantu mengembangkan kemampuan literasi anak.
Hal lainnya, rendahnya minat literasi anak usia dini juga disebabkan oleh kurangnya dorongan dan motivasi yang diberikan orang tua pada anak untuk membaca. Orang tua lebih memilih memperkenalkan gadget sedari dini pada anak daripada memperkenalkan buku. Walaupun mereka tahu bahwa gadget memiliki banyak dampak negatif, tapi fitur gadget dianggap lebih praktis dan menarik dibandingkan tampilan buku.
Rendahnya minat literasi masyarakat akan berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia kelak. Hal ini disebabkan perkembangan dunia yang semakin maju tentu akan menuntut manusia harus memiliki kualitas diri yang lebih baik lagi. Setiap bangsa harus dapat memberikan ilmu, pemikiran dan penemuan-penemuan yang bermanfaat agar dapat bersaing dengan bangsa lain. Oleh sebab itu, manusia dituntut untuk lebih aktif membaca, menulis dan berfikir.
Selain itu, banyak orang tua hingga generasi muda sekarang yang lebih tertarik menggunakan gadget untuk memperoleh informasi, sehingga buku tidak lagi menjadi media untuk mendapatkan informasi yang diharapkan. Apalagi dengan adanya teknologi informasi (seperti mesin pencari google, yahoo, dll) dewasa ini semakin membuat manusia melupakan keberadaan buku. Kondisi yang serba instan dan gampang inilah yang akhirnya membangun pola pikir generasi muda yang mengandalkan mesin pencari informasi sehingga membuat minat literasi menjadi menurun.
Hal ini juga terjadi pada anak usia dini, yang sedari kecil sudah diperkenalkan pada gadget, sehingga anak-anak lebih tertarik untuk bermain gadget dan menonton video-video di internet daripada melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat seperti membaca buku, menulis dan menggambar. Padahal semua kegiatan sederhana ini dapat membantu mengembangkan kemampuan literasi anak.
Hal lainnya, rendahnya minat literasi anak usia dini juga disebabkan oleh kurangnya dorongan dan motivasi yang diberikan orang tua pada anak untuk membaca. Orang tua lebih memilih memperkenalkan gadget sedari dini pada anak daripada memperkenalkan buku. Walaupun mereka tahu bahwa gadget memiliki banyak dampak negatif, tapi fitur gadget dianggap lebih praktis dan menarik dibandingkan tampilan buku.

LITERASI DASAR PADA ANAK USIA DINI

Usia 3-6 tahun adalah fase dimana anak mulai mengalami peningkatan kemampuan kognitif, psikososial dan fisik motorik. Fase ini juga dikenal dengan fase anak usia dini. Pada usia ini, orang dewasa sudah mulai dapat memperkenalkan literasi dasar pada anak. Kemampuan literasi dasar ini dapat diperoleh dari lingkungan orang tua, keluarga hingga pra-sekolah (PAUD dan Taman Kanak-Kanak). Anak usia dini diharapkan dapat memiliki kemampuan literasi dasar. Menurut Suragangga (2016) literasi dasar (basic literacy) adalah kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), memper sepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.
Ada beberapa kegiatan sederhana yang dapat dilakukan oleh anak usia dini untuk meningkatkan minat literasinya, hal ini dapat dilakukan dengan bantuan orang dewasa, baik itu orang tua maupun guru prasekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik yang dapat menarik atensi anak usia dini. Menurut Dewi (2017) media pembelajaran adalah media atau alat yang menjadi perantara dalam menyampaikan pembelajaran pada anak usia dini karena anak usia dini tidak bisa lepas dari media pembelajaran namun prinsipnya alat yang digunakan sebagai media pembelajaran tersebut harus mampu menstimulasi semua aspek perkembangan anak dan mampu mengatasi rasa bosan pada anak sehingga pembelajaran berjalan dengan efektif.
Media pembelajaran yang paling sesuai digunakan untuk anak usia dini adalah buku. . Pemilihan buku juga harus disesuaikan dengan usia anak. Guru dapat menggunakan media yang menarik seperti buku cerita bergambar. Buku cerita bergambar adalah media yang paling disenangi oleh anak usia dini, karena terdapat banyak ilustrasi (gambar), warna dan cerita sederhana yang dikemas dalam tampilan yang menarik sehingga anak usia dini tertarik untuk membacanya. Guru RA dapat menumbuhkan minat literasi anak melalui dongeng atau cerita sederhana yang diceritakan  kepada anak-anak usia dini . Hal ini dapat dilakukan agar anak terbiasa mendengarkan cerita sehingga ini menjadi suatu kebiasaan bagi anak. Membaca juga dapat membantu anak untuk mengembangkan kosa katanya, kemampuan mendengar dan memahami

 

 

 

 

KESIMPULAN

Permasalahan rendahnya minat literasi masyarakat Indonesia menjadi permasalahan bangsa saat ini. Dampak negatif yang sering muncul adalah masyarakat menjadi semakin mudah dalam menyerap dan menerima informasi-informasi hoaks yang berkembang dengan sangat cepat. Hal ini disebabkan kurangnya minat baca masyarakat sehingga menjadi salah satu penyebab lemahnya kemampuan literasi yang berdampak pada kurangnya usaha masyarakat dalam mencari informasi yang akurat.
Permasalahan krusial ini harus segera diatasi agar masyarakat dapat lebih cerdas dalam berfikir dan berkembang menjadi bangsa yang maju serta dapat bersaing dengan bangsa lain. Hal ini dapat diperbaiki apabila generasi muda mulai memunculkan kesadaran akan besarnya manfaat dari kemampuan literasi dan kesadaran ini harus ditanamkan mulai dari anak usia dini. Anak usia dini adalah usia yang paling tepat untuk ditanamkan minat literasi sehingga kegiatan literasi akan menjadi kebiasaan bagi mereka kelak di masa yang akan datang. Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai melibatkan anak usia dini dengan kegiatan literasi agar minat literasi anak dapat terbentuk sedari dini.
Dalam hal ini, orang tua memiliki peranan penting dalam membantu anak usia dini untuk meningkatkan minat literasi dan menanamkan pendidikan literasi pada anak-anak mereka mulai dari usia prasekolah. Tujuan utamanya bukan hanya menekankan pada kemampuan anak untuk membaca atau menulis. Kedua jenis kemampuan tersebut sebenarnya hanya menjadi landasan bagi tujuan yang lebih luas, yakni membentuk generasi yang mampu berpikir kritis dalam menyikapi informasi. Ada beberapa kegiatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat literasi anak usia dini, salah satunya adalah dengan mengajak anak usia dini untuk membaca buku. Orang tua dapat menggunakan media pembelajaran yang menarik bagi anak usia dini, misalnya buku cerita bergambar. Hal ini dikarenakan anak usia dini pada umumnya lebih menyukai gambar daripada tulisan. Diharapkan dengan adanya ilustrasi serta penggunaan warna yang menarik akan merangsang anak usia dini tertarik untuk membaca.
Selain itu minat literasi anak usia dini dapat ditanamkan melalui kegiatan-kegiatan sederhana lainnya, seperti meminta anak untuk membuat catatan belanjaan, mengajak anak berhitung, membaca dongeng untuk anak sebelum tidur, menggambar dan kegiatan- kegiatan sehari-hari lainnya yang biasa orang tua lakukan bersama dengan anak.

 

 

 

 

DAFTAR RUJUKAN

Dewi, Kurnia. (2017) Pentingnya Media Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini. Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol 1 No 1.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejayaan Islam Karena Literasi, Kemunduran Islam Karena Umat Tinggalkan Liteasi

LITERASI IQRO MEMBANGUN PERADABAN GENERASI MILENIAL